Penulis: Tim Redaksi IICEC | Tanggal: Kamis, 16 April 2026

Pada sore hari tanggal 14 April, Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He, memimpin delegasi melakukan kunjungan balasan ke Indonesia International Culture and Education Center (IICEC) untuk melaksanakan pertukaran dan diskusi. Menindaklanjuti agenda pembahasan yang telah disampaikan saat kunjungan IICEC ke Konsulat Jenderal pada bulan Maret tahun ini, kedua belah pihak kembali bertukar pandangan secara mendalam guna mendorong kerja sama praktis di berbagai bidang seperti pendidikan dan budaya, vokasi–industri, serta interaksi generasi muda antara Tiongkok dan Indonesia agar semakin berkembang dan konkret.
Dalam pertemuan tersebut, IICEC menyampaikan laporan secara rinci kepada Konsul Jenderal Huang He dan rombongan mengenai sejumlah program utama. Pimpinan IICEC menggunakan proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Palembang yang merupakan proyek pertama yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia sebagai contoh praktik, dengan menyoroti capaian program “Bahasa Mandarin + Keterampilan Vokasi” serta berbagai solusi implementatif dalam mengatasi kesulitan tenaga kerja yang dihadapi perusahaan Tiongkok di Indonesia. Berlandaskan pada perkembangan industri lokal Indonesia serta kebutuhan tenaga kerja perusahaan Tiongkok, IICEC mengembangkan model pelatihan talenta yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa dan keterampilan profesional, guna menyediakan dukungan sumber daya manusia lokal bagi kerja sama industri kedua negara.
Selain itu, IICEC juga memaparkan secara komprehensif berbagai kendala yang dihadapi dalam penguatan tenaga pengajar pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia, termasuk tantangan dalam implementasi program pengiriman guru dari Tiongkok. Di saat yang sama, IICEC melaporkan rencana persiapan dan pengembangan berbagai program unggulan seperti pertukaran generasi muda, eksplorasi teknologi, serta perencanaan festival seni dan budaya. Diharapkan dengan membangun platform interaksi bagi generasi muda, serta melaksanakan pertukaran dan eksplorasi di bidang teknologi dan seni, dapat semakin memperluas saluran komunikasi antara generasi muda Tiongkok dan Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan saling pengertian, inovasi teknologi, dan integrasi budaya di antara kedua negara.
Konsul Jenderal Huang He dengan seksama mendengarkan seluruh laporan dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya IICEC dalam memajukan pendidikan bahasa Mandarin, melayani kebutuhan perusahaan Tiongkok, serta membangun jembatan pertukaran generasi muda dan kerja sama teknologi. Ia menyatakan bahwa Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan akan terus berperan sebagai penghubung dan fasilitator, secara aktif mengoordinasikan penyelesaian berbagai kendala nyata dalam pendidikan bahasa Mandarin, pengembangan talenta, serta implementasi proyek, sekaligus mendukung penuh pelaksanaan program pertukaran generasi muda dan kerja sama humaniora seperti eksplorasi teknologi. Upaya ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi kedekatan antarmasyarakat kedua negara serta mendorong peningkatan kualitas kemitraan strategis komprehensif Tiongkok–Indonesia.
Kunjungan balasan ini semakin memperjelas arah kerja sama ke depan antara kedua pihak. Selain memperkuat dasar komunikasi untuk implementasi program “Bahasa Mandarin + Keterampilan Vokasi”, jaminan tenaga kerja bagi perusahaan Tiongkok, serta penyelesaian tantangan dalam program guru bahasa Mandarin, kegiatan ini juga membuka platform baru bagi pertukaran generasi muda dan kerja sama teknologi antara kedua negara, yang memiliki arti penting dalam mendorong kerja sama praktis lintas bidang menuju tingkat yang lebih tinggi.
Pada akhir kunjungan, Konsul Jenderal Huang He menyampaikan harapan terbaik kepada IICEC, dengan mendoakan agar seluruh program pendidikan, budaya, dan vokasi–industri yang dijalankan terus berkembang dan meraih hasil yang optimal.