Penulis: Tim Redaksi IICEC | Tanggal: Selasa, 31 Maret 2026

Pada tanggal 17 Maret 2026, Direktur Indonesia International Culture and Education Center (IICEC), Stephani Muliani (江春云), bersama Ketua 1 Yayasan Cahaya Maitreya Palembang, Bapak Supandi (苏培洋), beserta rombongan melakukan kunjungan kehormatan kepada Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He (黄河). Pertemuan tersebut membahas upaya memperdalam kerja sama pendidikan bahasa Mandarin serta mendorong pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan atas dukungan dan bimbingan berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan bahasa Mandarin serta pelestarian dan penyebaran budaya Tiongkok di wilayah setempat. Delegasi juga menjelaskan bahwa seiring meningkatnya kekuatan nasional dan pengaruh internasional Tiongkok, jumlah siswa dari Sekolah Maitreyawira Palembang yang melanjutkan studi ke Tiongkok terus meningkat setiap tahun. Hal ini turut mendorong antusiasme siswa dalam mempelajari bahasa Mandarin dan memahami budaya Tiongkok, sehingga suasana pendidikan bahasa Mandarin di daerah tersebut semakin berkembang.
Selanjutnya, delegasi memaparkan secara rinci rencana pembangunan platform profesional guna mendukung kerja sama praktis di bidang pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Kehadiran IICEC diharapkan dapat mengusung prinsip “profesional, terbuka, dan inovatif”, serta menjadi platform internasional yang mengintegrasikan kerja sama di bidang pendidikan, budaya, dan teknologi. Platform ini ditujukan untuk mendukung pengembangan pendidikan, kemajuan budaya, serta kerja sama bilateral yang berkelanjutan antara kedua negara.
Menanggapi kondisi saat ini terkait keterbatasan tenaga pengajar bahasa Mandarin di Indonesia, Konsul Jenderal Huang He memberikan arahan dan saran strategis. Kedua pihak juga melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai langkah kerja sama, termasuk menghadirkan tenaga pengajar berkualitas dari Tiongkok serta memperkuat pelatihan bagi guru bahasa Mandarin lokal di Indonesia, guna meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Mandarin secara menyeluruh.
Selain itu, kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai promosi seni dan budaya serta perencanaan dan pelaksanaan program pertukaran budaya unggulan, dan berhasil mencapai sejumlah kesepahaman positif.
Konsul Jenderal Huang He menyampaikan bahwa Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan akan terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap berbagai program sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Ke depan, Konsulat akan menjadikan yayasan, lembaga pendidikan, serta sekolah-sekolah Tionghoa setempat sebagai jembatan penting dalam mendorong kerja sama pendidikan antara Tiongkok dan Indonesia agar semakin mendalam dan berkelanjutan. Upaya ini juga diharapkan dapat mempererat pertukaran generasi muda kedua negara serta memperkokoh fondasi persahabatan masyarakat dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif Indonesia–Tiongkok.